1.
Demam
yang lebih dari 2 hari
2.
Perdarahan
aktif
3.
Keluar
banyak bekuan darah
4.
Bau
busuk dari vagina
5.
Pusing
6.
Lemas
luar biasa
7.
Penyulit
dalam menyusukan bayinya
8.
Nyeri
panggul atau abdomen yang lebih hebat dari nyeri kontraksi biasa
Perubahan
– perubahan Fisiologis Masa Nifas
1. Perubahan Pada Sistem Kardiovaskuler
Setelah melahirkan, sitem kardiovaskuler akan kembali
pada kondisi seperti sebelum hamil. Setelah 12 – 24 jam pasca persalinan
terjadi peningkatan volume plasma karena proses imbilisi cairan dari
ekstravaskuler ke dalam pembuluh darah yang kemudian akan diikuti oleh periode
duresis yang terjadi diantara hari ke – 2 dan ke – 5 pasca persalinan yang
mengakibatkan terjadinya penurunan volume plasma / (hemo konsentrasi). 2 minggu
pasca persalinan merupakan periode penyesuaian untuk kembali ke nilai
volume plasma seperti sebelum hamil.
Sistem kardiovaskuler pulih kembali ke keadaan seperti sebelum hamil dalam
tempo 2 minggu pertama masa nifas.
2. Perubahan – perubahan Pada Alat – alat Kandungan
a.
Uterus
Perubahan dalam uterus rahim :
Involusi / pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus
kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hingga 60 gram.
|
Bobot Uterus
|
Diameter Uterus
|
Palpasi Serviks
|
Pada akhir persalinan
Pada akhir minggu ke-1
Pada akhir minggu ke-2
Pada akhir 6 minggu
|
900 gram
450 gram
200 gram
60 gram
|
12,5 cm
7,5 cm
5,0 cm
2,5 cm
|
Lembut / lunak
2 cm
1 cm
menyempit
|
Involusi
|
Tinggi Fundus Uteri
|
Bentuk Uterus
|
Bayi lahir
Uri lahir
1 minggu
2 minggu
6 minggu
8 minggu
|
Setinggi pusat
2 jari di bawah pusat
Pertengahan pusat simfisis
Tidak teraba di atas simfisis
Bertambah kecil
Sebesar normal
|
1000 gram
750 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram
|
b.
Bekas
Implantasi Urin
Placenta bod mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri
dengan diameter 7,5 cm, sudah 2 minggu menjadi 3,5, cm pada minggu ke-6
menjadi: 2,4 cm dan akhirnya pulih.
c.
Luka
– luka
d.
Bila
tidak ada infeksi atau luka-luka jalan lahir yang berarti, wanita yang baru melahirkan
merasa sangat lega.
(Sarwono, 2005:240)
Luka – luka pada jalan lahir bila
tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6 – 7 hari
Tahapan penyembuhan luka:
·
Hari
ke 0 – 3
-
Bekuan
darah terbentuk, diperkuat oleh serat fibrin
-
Terjadi
respons peradangan akut, leukosit, polinorf dan makrofag bermigrasi.
Ketempat luka, eksudat berprotein tinggi menyebabkan
edena lokal.
·
Satu
minggu kemudian
-
Crusta
mengering, mengerasdan akhirnya terlepas.
-
Luka
berkontraksi.
-
Terjadi
aktivitas mitosis di sel epidermis, yang bermigrasi diatas jaringan yang hidup.
-
Terbentuk
kapiler darah baru, terbentuk dari tunas andotel yang membawa nutrient ke
jaringan yang menyembuh.
-
Jaringan
ikat baru yang dibentuk oleh fibroblasi, menunjang perlu ubahan kapiler.
·
Enam
bulan kemudian
-
Depresi
permukaan mungkin masih tampak di bekas luka jaringan perut menjadi lebih
pucat.
-
Epirelisasi
tunas.
-
Jaringan
ikat mengalami reorganisasi, pembuluh darah berkurang dan jaringan menjadi
lebih kuat.
·
Lochea
Ketika placenta dan membrane terlepas dari dinding uterus, uterus
mengalirkan lochea yang berisi darah, bagian – bagian desidun, sel darah putih,
dan beberapa sumber bakteri.
Perubahan
lochea terjadi sebagai berikut :
-
Lochea
rubra
Terjadi 3
hari pertama
-
Lochea
serosa
Terjadi
hari ke – 4
-
Lochea
alba
Hari ke – 10
Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum
uteri dan vagina dalam masa nifas. Terdiri dari :
-
Lochea
rubra (cruenta)
Berisi
darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel – sel desidun, vernika seosa,
lanugo dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan.
-
Lochea
sangvilvalenta
Berwarna
merah kuning berisi darah lendir terjadi pada hari ke – 3 sampai ke – 7 pasca
persalinan.
-
Lochea
serosa
Berwarna
kuning cairan tidak berdarah lagi pada hari ke – 7 sampai hari ke – 14 pasca
persalinan.
-
Lochea
alba
Berwarna
putih, setelah hari ke – 14
-
Lochea
purulenta
Terja
infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
-
Lochea
statis
Lochea
tidak lancar keluarnya
·
Serviks
Setelah persalinan, bentuk serviks akan menyangga seperti corong
berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang – kadang terdapat
perlukaan – perlukaan kecil, setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga
rahim setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2 – 3 jari dan setelah 7 hari hanya
dapat dilalui 1 jari.
·
Payudara
Perubahan
pada payudara dapat meliputi :
-
Penurunan
kadar progesterone secara tepat dengan peningkatan hormone prolaktin setelah
persalinan.
-
Kolostruum
sudah ada saat persalinan produksi ASI terjadi pada hari ke – 2 atau hari ke –
3 setelah persalinan.
-
Payudara
menjadi besar dan keras sebagai tanda mulanya proses lakbisi.
3. Perubahan Pada Sistem Muskuloskeleral
Perubahan fisiologis masa nifas pada sistem muskuloskeleral adalah
perubahan – perubahan yang pada umumnya terjadi pada tulang/ otak dalam tubuh
ibu masa nifas yang akan pulih kembali ke keadaan normal selama 42 hari atau 6
minggu.
4. Perubahan pada tanda – tanda vital
a.
Suhu
Suhu badan wanita in partu tidak lebih dari 37,20 C. Sesudah
partus dapat naik + 0,50 C dari normal, tetapi tidak melebihi
380 C, sesudah 12 jam pertama melahirkan, umumnya suhu badan akan
kembali normal. Bila suhu badan lebih dari 38°C, kemungkinan adanya infeksi.
Pada hari ketiga suhu badan naik lagi karena adanya pembentukan ASI, buah dada
menjadi bengkak, berwarna merah karena banyak ASI.
b.
Nadi
Biasanya sedikit meningkat selama kala II persalinan seiring dengan
besarnya tenaga yang dikeluarkan. Nadi berkisar umumnya antara 60 – 80 denyutan
per menit segera setelah partus dapat terjadi “branchy curdia”. Bila terdapat
“rochy curdia”. Sedangkan badan tidak panas. Kemungkinan ada perdarahan
berlebihan pada penderita. Pada masa nifas umumnya denyut nadi lebih labil
dibandingkan suhu badan.
(Sarwono,
2006: 239 – 240)
c.
Tekanan
darah
Perubahan darah normalnya sedikit meningkat selama kala II persalinan
akibat usaha mengejan dan dehidrasi pada awal post pertum tekanan darah 140/90
mmHg.
d.
Respirasi
Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut
nadi. Bila suhu dan nadi tidak normal, pernafasan juga akan mengikutinya,
kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran pernafasan. Respirasi pada
nifas normalnya 16 – 24 x/ menit
E. Hal
– hal Yang Perlu Diperiksa di Masa Nifas
Pemeriksaan akhir kala nifas (post partum)sangat penting karena dapat
digunakan untuk melakukan pemeriksaan khusus sebagai berikut :
1. Melakukan pemeriksaan papsmear untuk mencari
kemungkinan kelainan sitoogi sel serviks atau sel endometrium.
2. Menilai seberapa jauh involusi uterus.
3. Mempersiapkan untuk mempergunakan metode KB.
Hal – hal
yang harus diperiksa pada masa nifas :
1. Keadaan umum dari ibu nifas.
2. Keadaan payudara dan putingnya.
3. Dinding perut.
4. Keadaan perineum.
5. Kandung kencing.
6. Keadaan serviks uterus.
F. Kunjuangan
Masa Nifas
1.
Kunjungan
1 : 6 – 8 jam setelah
persalinan.
Tujuan :
a. Cegah perdarahan masa nifas.
b. Deteksi dan rawat penyebab perdarahan, rujuk jika
berlanjut.
c. Konseling cara cegah perdarahan.
d. Pemberian ASI acuan.
e. Lakukan hubungan ibu dan BBL.
f. Cara cegah hiportemia.
g. Observasi 2 jam setelah kelahiran jika bidan yang
menolong persalinan.
2.
Kunjungan
II : 6 hari setelah
persalinan
Tujuan :
a. Pastikan involusi uterus normal.
b. Nilai tanda – tanda demam, infeksi / perdarahan
abnormal.
c. Pastikan ibu dapat mekanan, cairan dan istirahat.
d. Pastikan ibu menyusui dengan baik.
e. Konseling tentang asuhan BBL, tali pusat, jaga bayi
tetap hangat, perawatan bayi sehari – hari.
3.
Kunjungan
III : 2 minggu setelah
persalinan.
Tujuan :
a. Sama seperti tujuan (kunjungan II, yaitu kunjungan 6
hari setelah persalinan).
4.
Kunjungan
IV : 6 minggu setelah
persalinan.
Tujuan :
a. Tanyakan pada ibu tentang penyulit yang dialami atau
bayi alami.
b. Beri konseling KB secara alami.
BAB III
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL
PADA NY.K UMUR 30th P1 A0 2 JAM POST PARTUM
DI BPM SRI HARYANTI
SUKOHARJO
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL
PADA NY.K UMUR 30th P1 A0 2 JAM POST PARTUM
DI BPM SRI HARYANTI
SUKOHARJO
Tempat :BPM Sri Haryati
Bidan :
Sri Haryanti
Tgl/Jam Masuk: 15
Mei 2013/09.00 WIB
DX Masuk : Ny.K P1 A0 Umur 30th Dengan
Nifas Normal 2 jam post partum
A.
PENGKAJIAN
Hari/Tgl
: Rabu, 15 Mei 2013 Jam : 09.02 WIB
1.
Data Subjektif
a.
Biodata
Nama Klien : Ny. K Nama
Suami : Tn. A
Umur
: 30 tahun Umur :
31
tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa :
Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama :
Islam
Pendidikan : - Pendidikan : -
Pekerjaan : IRT Pekerjaan :
Swasta
Alamat : Mertan 1/7 Bendosari Sukoharjo
b.
Alasan Masuk
Ibu mengatakan telah
melahirkan bayinya tanggal 15 Mei 2013 jam 05.00 dan masih merasa mules pada perutnya dan nyeri pada
jahitan jalan lahir.
c.
Data Kebidanan
·
Riwayat kehamilan,
Persalinan dan Nifas yang lalu
-
Para :
1, A : 0, Hidup : 1
-
Usia Kehamilan :
38 minggu
-
Kelainan selama hamil: tidak ada
-
Tanggal persalinan : 15 Mei 2013
Jam : 08.45 WIB
-
Jenis persalinan : normal
-
Lama persalinan :
Kala I = 7 jam
Kala II = 15
menit
Kala III = 10 menit
Kala IV = 2 jam
-
Perdarahan :
Kala I : - cc
Kala II : 75 cc
Kala III : 100 cc
Kala IV : 50 cc
Jumlah : 225 cc
-
Penyulit dalam persalinan : tidak ada
-
Penolong :
Bidan
-
Kelainan bawaan :
tidak ada
-
Anak :
hidup. Tunggal
BB : 3,4 Kg
PB : 51 cm
·
Riwayat kehamilan dan
persalinan sekarang
-
HPHT
: 19 Agustus 2012
HPL : 15 Mei 2013
Masa gestasi : 38mg
Kelainan selama hamil : Tidak ada
-
Tanggal persalinan : 15 Mei 2013
Jenis Persalinan : Spontan
Lama Persalinan : 14 jam 30 menit
Perdarahan : Tidak ada
Penyulit dalam
persalinan: Tidak ada
Penolong : Bidan
-
Keadaan Anak
Anak : Hidup
Jenis Kelamin : Laki – laki
Apgar Score :
APGAR SCORE
|
1 menit
|
5 menit
|
10 menit
|
Denyut jantung
Pernafasan
Tonus
Peka rangsangan
Warna
|
1
1
2
2
1
|
1
2
2
2
2
|
2
2
2
2
2
|
Total
|
7
|
9
|
10
|
BB dan PB : 3400 gr dan 51 cm
Keadaan tali pusat : Baik,
basah, dan
tidak ada tanda infeksi
Kelainan Kongenital : Tidak
ada
Minum ASI : Sudah (segera setelah bayi lahir)
-
Rawat Gabung : Ya
Alasan : Karena
ibu ingin
memberikan bayinya ASI Eksklusif.
-
Data Kesehatan
a.
Riwayat Kesehatan Dalam
Keluarga
Ibu mengatakan dalam
keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular, menahun maupun menurun
seperti Hepatitis, TBC, Hipertensi, Ashma, DM dan Jantung.
b.
Riwayat Kesehatan Yang
Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit
menular, menahun maupun menurun seperti penyakit Hepatitis, TBC, Hipertensi,
Ashma, DM, dan Jantung.
c. Riwayat operasi
Ibu
mengatakan belum pernah mengalami operasi.
d.
Riwayat Kesehatan
Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki – laki tanggal 15 Mei 2013
jam 06.30 WIB dan merasakan perutnya mules dan nyeri pada jahitan jalan
lahirnya.
-
Data Kebiasaan Sehari –
hari (Post Partum)
a.
Nutrisi
Variasi makanan : Selang – Seling
Kwalitas : Baik
Porsi : 1 Porsi
Makanan Pantang dan
keluhan : Tidak ada
b.
Eliminasi
·
BAB : Belum
Keluhan : Tidak ada
·
BAK : Sudah
Keluhan : Tidak
ada
Frekuensi : 5x/
sehari
Jumlah : + 250 cc
Warna : Merah
c.
Istirahat
Tidur : 7 - 8 jam / hari
Keluhan : Tidak ada
d.
Personal Higiene
Mandi : Sibin
Keramas : Belum
Sikat gigi : Belum
Ganti pakaian : 1
x/ hari
Keluhan : Tidak
ada
-
Data Psikologi / Spiritual
a.
Psikologi
·
Tanggapan ibu terhadap
kelahiran bayinya.
Ibu mengatakan sangat
senang dengan kelahiran anak pertamanya.
·
Tanggapan suami /
keluarga atas kelahiran bayinya
Suami dan keluarganya mengatakan sangat senang
dengan kelahiran bayi tersebut.
·
Dukungan yang diberikan
suami / keluarga.
Suami dan keluarga selalu
memberikan dukungan moril, materiil dan spiritual kepada ibu.
·
Pengetahuan ibu tentang ASI.
Ibu mengatakan belum paham tentang ASI.
·
Pengetahuan ibu tentang
senam nifas.
Ibu mengatakan belum tahu
tentang senam nifas.
·
Rencana mengasuh /
merawat bayi.
Ibu mengatakan ingin
merawat bayinya sendiri.
b.
Sosial
·
Hubungan antar manusia
Ibu mengatakan hubungan
dengan masyarakat sangat baik, tidak ada masalah.
·
Kegiatan sosial
Ibu mengatakan sesekali mengikuti
kegiatan dilingkungan rumah dan tempat kerja.
·
Rekreasi
Ibu mengatakan sesekali
mengadakan rekreasi dengan keluarganya jika ada waktu luang.
c.
Spiritual
·
Kegiatan agama
Ibu mengatakan selalu menjalankan sholat 5 waktu.
d.
Kontrasepsi
·
Kontrasepsi yang pernah
digunakan.
Ibu mengatakan belum
pernah menggunakan alat kontrasepsi.
·
Rencana ber – KB
Ibu mengatakan ada rencana ber – KB. Segera setelah keadaan pulih dan mendapat penjelasan bidan.
Alat
digunakan belum tahu.
·
Tanggapan
suami
Suami
mengatakan mengikuti keputusan ibu.
·
Jumlah anak yang
diinginkan
Ibu mengatakan menginginkan 2 anak. 1 putra dan 1 putri.
e.
Budaya
·
Kebiasaan / adat yang
berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, BBL.
Ibu mengatakan tidak ada kegiatan / kebiasaan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL.
2.
Data Objektif
a.
Pemeriksaan Fisik
·
Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis
·
Keadaan Vital / tanda
Vital :
-
TD : 120/90 mmHg
-
Nadi : 80 x / menit
-
Suhu : 36,80 C
-
Pernafasan : 23 x / menit
b.
Kepala dan Leher
·
Wajah : Tidak oedema
·
Mata :
-
Conjungtiva : Tidak anemis
-
Sclera : Tidak ikterik
·
Hidung : Tidak Polyp, Perdarahan : Tidak ada
·
Telinga
-
Simetris : Simetris
-
OMP
/ OMA : Tidak ada pembesaran
·
Gusi : Warna merah, Oedema
tidak ada
·
Gigi : Karang gigi tidak ada
/ Caries : Tidak ada
·
Bibir : Warna merah muda,
Bentuk : Simetris
Lesi : Tidak ada Kelembaban : Normal
Pembengkakan : Tidak ada
·
Leher :
-
Kelanjar
Thyroid : Tidak ada pembengkakan
-
Kelanjar
Limfe : Tidak ada pembengkakan
c.
Payudara
·
Bentuk
dan ukuran : Simetris
·
Keadaan
putting : Menonjol
·
Hiperpigmentasi : Ada
·
Pengeluaran : Ada Jenis : Colostrum
·
Benjolan : Tidak ada
·
KGB
Axila : Tidak ada
pembesaran
d.
Abdomen
·
Luka
bekas operasi : Tidak ada
·
TFU : 3 Jari dibawah
pusat
·
Kontraksi : Baik
·
Konsistensi : Sedang
e. Tangan dan kaki
·
Oedem : – –
– –
·
Kuku
jari : Tidak pucat
·
Varises : Tidak ada
·
Reflek
patella : + / +
f. Genetika Eksterna Vagina
·
Varises : Tidak ada
·
Infeksi : Tidak ada
·
Cairan : Ada
·
Oedema : Tidak ada
Kelenjar bartinolini
·
Oedema : Tidak ada
·
Massa : Tidak ada
·
Cairan : Tidak ada
g. Pengeluaran Pervaginam
·
Darah : Ada
·
Warna
Lochea : Merah Jenis : rubra
·
Banyaknya : + 50 cc
·
Baunya : Khas (anyir)
h. Perineum dan Anus
·
Luka
Episiotomi : Ada
Jahitan : Ada
Jenis : Jelujur
Berapa
Jahitan : Luar : 4 Jahitan
·
Keadaan
luka : Baik
·
Tanda
rahang : Tidak ada
·
Anus : Tidak hemoroid
i.
Pemeriksaan
Laboratorium
Tidak
dilakukan
3. Pengobatan
a. Obat – obat yang diberikan
·
Laktafit 3 x
1
·
Amoxicillin 500 mg 3 x 1
·
Asam
Mefenamat 500 mg 3 x 1
· Inbion 1
x 1
B.
INTERPRETASI DATA
15 Mei 2013/ 09.15 WIB
Dx
Kebidanan : Ny. K P1 AO usia 30 tahun dengan nifas normal 2 jam post partum.
Subjektif :
1.
Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki - laki tanggal 15 Mei 2013 jam 05.00 WIB.
2.
Ibu
mengatakan perutnya terasa mules dan nyeri jahitan pada jalan lahir.
Objektif :
1.
KU : Baik Kesadaran : Composmentis
2.
Vital
sign : TD : 120/70 mmHg S : 36,50 C
N : 80x / menit R : 22x/
menit
3.
Telah
melahirkan bayi laki – laki, BB : 3400
gr, PB : 51 cm
4.
ASI : Sudah keluar, Jenis :
colostrum
5.
TFU : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi :
Baik
Konsistensi :
Sedang
6.
Jahitan
Perinium : Baik., Infeksi : Tidak ada
Masalah :
Perut mules dan nyeri jahitan pada jalan lahirnya.
DS :
Ibu mengatakan merasakan mules pada perutnya dan nyeri pada jalan lahirnya.
DO :
TFU : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi : Baik
Konsistensi : Sedang
Terdapat
luka jahitan pada jalan lahirnya : Luar : 4 Jahitan
C. DIAGNOSA
POTENSIAL
Tidak
ada
D.
TINDAKAN SEGERA
Tidak
ada
E.
RENCANA TINDAKAN
15
Mei
2013/09.30 WIB
1.
Observasi
KU, VS, Kontraksi dan PPV
2.
Anjurkan
ibu untuk istirahat yang cukup dan makan- makanan bergizi
3.
Ajarkan
ibu dan keluarga masase abdomen
4.
Jelaskan
pada ibu bahwa mules yang dialami adalah hal yang wajar
5.
Beri
KIE tentang pentingnya ASI eksklusif
6.
Beri
KIE tentang merawat luka jahitan
7.
Lanjut
terapi oral
F.
PELAKSANAAN TINDAKAN
15
Mei
2013/09.45 WIB
1.
Mengobservasi
KU, VS, Kontraksi dan PPV
2.
Menganjurkan
ibu untuk istirahat yang cukup dan makan
– makanan bergizi seperti sayur dan buah
3.
Mengajarkan
ibu dan keluarga masase abdomen, yaitu dengan memijat perut bagian bawah searah
jarum jam
4.
Menjelaskan
pada ibu bahwa mules yang dialami adalah hal yang wajar karena pengembalian
uterus kebentuk semula
5.
Memberikan
KIE tentang pentingnya ASI eksklusif yaitu pemberian
ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal
dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6
bulan.
6.
Memberikan
KIE tentang merawat luka jahitan
a.
Lepas semua pembalut dan cebok dari arah
depan ke belakang
b.
Washlap dibasahi dan buat busa
sabun lalu gosokkan perlahan washlap yang sudah ada busa sabun tersebut
ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak
dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan
menjadi tempat kuman berkembang biak.
c.
Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali
lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan
cermin kecil.
d.
Setelah luka bersih boleh berendam dalam air
hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan
perendaman dengan air hangat cukup di siram dengan air hangat.
e.
Kenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman
dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam
yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
f.
Segera mengganti pembalut jika terasa darah
penuh, semakin bersih luka jahitan maka akan semakin cepat sembuh dan kering.
g.
Konsumsi makanan bergizi dan berprotein
tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh
dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu
boleh makan semua makanan kecuali bila ada riwayat alergi.
h.
Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik
cair tanpa seizin dokter atau bidan.
7.
Memberi
terapi oral
a.
Laktafit : 3 x 1
b.
Amoxcilin
500 mg : 3 x 1
c.
Asam
Mefenamat 500mg : 3 x 1
d.
Inbion : 1 x 1
G.
EVALUASI
15 Mei 2013/10.00 WIB
1.
KU : Baik Kesadaran : Composmentis
2.
VS : T :
120/85 mmHg Rr : 20x / menit
:
N : 85x / menit S :
36,20 C
3.
TFU : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi : Baik
Konsistensi :
Kuat
4.
PPV : + 55 cc Jenis : Lochea rubra
5.
Asi : Sudah Jenis : Colustrum
6.
Ibu
dan keluarga mengatakan mengerti bagaimana cara masase.
7.
Ibu
mengatakan sudah faham tentang wajarnya rasa mules yang dialaminya.
8.
Ibu
mengatakan sudah mengerti tentang pentingnya ASI ekslusif.
9.
Ibu
mengatakan sudah mengerti bagaimana cara merawat luka jahitan.
10. Ibu mengatakan bersedia meminum obat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar