Kehamilan

Sabtu, 23 April 2016

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL PADA NY.K UMUR 30th P1 A0 2 JAM POST PARTUM DI BPM SRI HARYANTI SUKOHARJO

                                 Tahap Bahaya Nifas
1.      Demam yang lebih dari 2 hari
2.      Perdarahan aktif
3.      Keluar banyak bekuan darah
4.      Bau busuk dari vagina
5.      Pusing
6.      Lemas luar biasa
7.      Penyulit dalam menyusukan bayinya
8.      Nyeri panggul atau abdomen yang lebih hebat dari nyeri kontraksi biasa
 Perubahan – perubahan Fisiologis Masa Nifas
1.      Perubahan Pada Sistem Kardiovaskuler
Setelah melahirkan, sitem kardiovaskuler akan kembali pada kondisi seperti sebelum hamil. Setelah 12 – 24 jam pasca persalinan terjadi peningkatan volume plasma karena proses imbilisi cairan dari ekstravaskuler ke dalam pembuluh darah yang kemudian akan diikuti oleh periode duresis yang terjadi diantara hari ke – 2 dan ke – 5 pasca persalinan yang mengakibatkan terjadinya penurunan volume plasma / (hemo konsentrasi). 2 minggu pasca persalinan merupakan periode penyesuaian untuk kembali ke nilai volume  plasma seperti sebelum hamil. Sistem kardiovaskuler pulih kembali ke keadaan seperti sebelum hamil dalam tempo 2 minggu pertama masa nifas.
2.      Perubahan – perubahan Pada Alat – alat Kandungan
a.       Uterus
Perubahan dalam uterus rahim :
Involusi / pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hingga 60 gram.
Bobot Uterus
Diameter Uterus
Palpasi Serviks
Pada akhir persalinan
Pada akhir minggu ke-1
Pada akhir minggu ke-2
Pada akhir 6 minggu
900 gram
450 gram
200 gram
60 gram
12,5 cm
7,5 cm
5,0 cm
2,5 cm
Lembut / lunak
2 cm
1 cm
menyempit
Involusi
Tinggi Fundus Uteri
Bentuk Uterus
Bayi lahir
Uri lahir
1 minggu
2 minggu
6 minggu
8 minggu
Setinggi pusat
2 jari di bawah pusat
Pertengahan pusat simfisis
Tidak teraba di atas simfisis
Bertambah kecil
Sebesar normal
1000 gram
750 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram

b.      Bekas Implantasi Urin
Placenta bod mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5 cm, sudah 2 minggu menjadi 3,5, cm pada minggu ke-6 menjadi: 2,4 cm dan akhirnya pulih.
c.       Luka – luka
d.      Bila tidak ada infeksi atau luka-luka jalan lahir yang berarti, wanita yang baru melahirkan merasa sangat lega.
(Sarwono, 2005:240)
Luka – luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6 – 7 hari
Tahapan penyembuhan luka:
·        Hari ke 0 – 3
-          Bekuan darah terbentuk, diperkuat oleh serat fibrin
-          Terjadi respons peradangan akut, leukosit, polinorf dan makrofag bermigrasi.
Ketempat luka, eksudat berprotein tinggi menyebabkan edena lokal.
·        Satu minggu kemudian
-          Crusta mengering, mengerasdan akhirnya terlepas.
-          Luka berkontraksi.
-          Terjadi aktivitas mitosis di sel epidermis, yang bermigrasi diatas jaringan yang hidup.
-          Terbentuk kapiler darah baru, terbentuk dari tunas andotel yang membawa nutrient ke jaringan yang menyembuh.
-          Jaringan ikat baru yang dibentuk oleh fibroblasi, menunjang perlu ubahan kapiler.
·         Enam bulan kemudian
-          Depresi permukaan mungkin masih tampak di bekas luka jaringan perut menjadi lebih pucat.
-          Epirelisasi tunas.
-          Jaringan ikat mengalami reorganisasi, pembuluh darah berkurang dan jaringan menjadi lebih kuat.
·         Lochea
Ketika placenta dan membrane terlepas dari dinding uterus, uterus mengalirkan lochea yang berisi darah, bagian – bagian desidun, sel darah putih, dan beberapa sumber bakteri.
Perubahan lochea terjadi sebagai berikut :
-       Lochea rubra
Terjadi 3 hari pertama
-       Lochea serosa
Terjadi hari ke – 4
-          Lochea alba
Hari ke – 10
Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Terdiri dari :
-       Lochea rubra (cruenta)
Berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel – sel desidun, vernika seosa, lanugo dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan.
-       Lochea sangvilvalenta
Berwarna merah kuning berisi darah lendir terjadi pada hari ke – 3 sampai ke – 7 pasca persalinan.
-       Lochea serosa
Berwarna kuning cairan tidak berdarah lagi pada hari ke – 7 sampai hari ke – 14 pasca persalinan.
-       Lochea alba
Berwarna putih, setelah hari ke – 14
-          Lochea purulenta
Terja infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
-       Lochea statis
Lochea tidak lancar keluarnya
·         Serviks
Setelah persalinan, bentuk serviks akan menyangga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang – kadang terdapat perlukaan – perlukaan kecil, setelah bayi lahir tangan masih bisa masuk rongga rahim setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2 – 3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.
·         Payudara
Perubahan pada payudara dapat meliputi :
-          Penurunan kadar progesterone secara tepat dengan peningkatan hormone prolaktin setelah persalinan.
-          Kolostruum sudah ada saat persalinan produksi ASI terjadi pada hari ke – 2 atau hari ke – 3 setelah persalinan.
-          Payudara menjadi besar dan keras sebagai tanda mulanya proses lakbisi.

3.      Perubahan Pada Sistem Muskuloskeleral
Perubahan fisiologis masa  nifas pada sistem muskuloskeleral adalah perubahan – perubahan yang pada umumnya terjadi pada tulang/ otak dalam tubuh ibu masa nifas yang akan pulih kembali ke keadaan normal selama 42 hari atau 6 minggu.
4.      Perubahan pada tanda – tanda vital
a.       Suhu
Suhu badan wanita in partu tidak lebih dari 37,20 C. Sesudah partus dapat naik + 0,50 C dari normal, tetapi tidak melebihi 380 C, sesudah 12 jam pertama melahirkan, umumnya suhu badan akan kembali normal. Bila suhu badan lebih dari 38°C, kemungkinan adanya infeksi. Pada hari ketiga suhu badan naik lagi karena adanya pembentukan ASI, buah dada menjadi bengkak, berwarna merah karena banyak ASI.
b.      Nadi
Biasanya sedikit meningkat selama kala II persalinan seiring dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan. Nadi berkisar umumnya antara 60 – 80 denyutan per menit segera setelah partus dapat terjadi “branchy curdia”. Bila terdapat “rochy curdia”. Sedangkan badan tidak panas. Kemungkinan ada perdarahan berlebihan pada penderita. Pada masa nifas umumnya denyut nadi lebih labil dibandingkan suhu badan.
                                                        (Sarwono, 2006: 239 – 240)
c.       Tekanan darah
Perubahan darah normalnya sedikit meningkat selama kala II persalinan akibat usaha mengejan dan dehidrasi pada awal post pertum tekanan darah 140/90 mmHg.
d.      Respirasi
Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Bila suhu dan nadi tidak normal, pernafasan juga akan mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran pernafasan. Respirasi pada nifas normalnya 16 – 24 x/ menit
E.     Hal – hal Yang Perlu Diperiksa di Masa Nifas
Pemeriksaan akhir kala nifas (post partum)sangat penting karena dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan khusus sebagai berikut :
1.       Melakukan pemeriksaan papsmear untuk mencari kemungkinan kelainan sitoogi sel serviks atau sel endometrium.
2.      Menilai seberapa jauh involusi uterus.
3.       Mempersiapkan untuk mempergunakan metode KB.
Hal – hal yang harus diperiksa pada masa nifas :
1.      Keadaan umum dari ibu nifas.
2.      Keadaan payudara dan putingnya.
3.      Dinding perut.
4.      Keadaan perineum.
5.      Kandung kencing.
6.      Keadaan serviks uterus.
F.     Kunjuangan Masa Nifas
1.      Kunjungan 1               : 6 – 8 jam setelah persalinan.
Tujuan                        :
a.       Cegah perdarahan masa nifas.
b.      Deteksi dan rawat penyebab perdarahan, rujuk jika berlanjut.
c.       Konseling cara cegah perdarahan.
d.      Pemberian ASI acuan.
e.       Lakukan hubungan ibu dan BBL.
f.       Cara cegah hiportemia.
g.      Observasi 2 jam setelah kelahiran jika bidan yang menolong persalinan.
2.      Kunjungan II              : 6 hari setelah persalinan
Tujuan                        :
a.       Pastikan involusi uterus normal.
b.      Nilai tanda – tanda demam, infeksi / perdarahan abnormal.
c.       Pastikan ibu dapat mekanan, cairan dan istirahat.
d.      Pastikan ibu menyusui dengan baik.
e.       Konseling tentang asuhan BBL, tali pusat, jaga bayi tetap hangat, perawatan bayi sehari – hari.
3.      Kunjungan III            : 2 minggu setelah persalinan.
Tujuan                        :
a.       Sama seperti tujuan (kunjungan II, yaitu kunjungan 6 hari setelah persalinan).
4.      Kunjungan IV            : 6 minggu setelah persalinan.
Tujuan                        :
a.       Tanyakan pada ibu tentang penyulit yang dialami atau bayi alami.
b.      Beri konseling KB secara alami.

BAB III
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL
PADA NY.K UMUR 30th P1 A0 2 JAM POST PARTUM
DI BPM SRI HARYANTI
SUKOHARJO
Tempat           :BPM Sri Haryati                                
Bidan                                                                                   : Sri Haryanti
Tgl/Jam Masuk: 15 Mei 2013/09.00 WIB
DX Masuk       : Ny.K P1 A0 Umur 30th Dengan Nifas Normal 2 jam post partum
A.    PENGKAJIAN
Hari/Tgl : Rabu, 15 Mei 2013       Jam : 09.02 WIB
1.      Data Subjektif
a.       Biodata
Nama Klien     : Ny. K                  Nama Suami    : Tn. A
Umur               : 30 tahun              Umur               : 31 tahun
Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia   Suku/Bangsa   : Jawa/Indonesia
Agama             : Islam                   Agama             : Islam
Pendidikan      : -                           Pendidikan      : -
Pekerjaan         : IRT                      Pekerjaan         : Swasta
Alamat            : Mertan 1/7 Bendosari Sukoharjo
b.      Alasan Masuk
Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya tanggal 15 Mei 2013 jam 05.00 dan masih merasa mules pada perutnya dan nyeri pada jahitan jalan lahir.
c.       Data Kebidanan
·         Riwayat kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
-          Para           : 1,  A  : 0, Hidup : 1
-          Usia Kehamilan     : 38  minggu
-          Kelainan selama hamil: tidak ada
-          Tanggal persalinan            : 15 Mei 2013 Jam : 08.45 WIB
-          Jenis persalinan     : normal
-          Lama persalinan    : Kala I                        =  7 jam
Kala II             = 15 menit
Kala III           = 10 menit
Kala IV           = 2 jam
-          Perdarahan                        : Kala I                        : - cc
Kala II             : 75 cc
Kala III           : 100 cc
Kala IV           : 50 cc 
Jumlah             : 225 cc
-          Penyulit dalam persalinan             : tidak ada
-          Penolong               : Bidan
-          Kelainan bawaan   : tidak ada
-          Anak                     : hidup. Tunggal
BB                         : 3,4 Kg
PB                         : 51 cm
·         Riwayat kehamilan dan persalinan sekarang
-          HPHT     : 19 Agustus 2012
HPL       : 15 Mei 2013
Masa gestasi                       :  38mg
Kelainan selama hamil        : Tidak ada
-          Tanggal persalinan              : 15 Mei 2013
Jenis Persalinan                  : Spontan
Lama Persalinan                 : 14 jam 30 menit
Perdarahan                         : Tidak ada
Penyulit dalam persalinan: Tidak ada
Penolong                            : Bidan
-          Keadaan Anak
Anak                                   : Hidup
Jenis Kelamin                     : Laki – laki
Apgar Score                       :
APGAR SCORE
1 menit
5 menit
10 menit
Denyut jantung
Pernafasan
Tonus
Peka rangsangan
Warna
1
1
2
2
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
Total
7
9
10
BB dan PB                         : 3400 gr dan 51 cm
Keadaan tali pusat              : Baik, basah, dan tidak ada tanda infeksi
Kelainan Kongenital          : Tidak ada
Minum ASI                        : Sudah (segera setelah bayi lahir)
-          Rawat Gabung                   : Ya
Alasan                                : Karena ibu ingin memberikan bayinya ASI Eksklusif.
-          Data Kesehatan
a.       Riwayat Kesehatan Dalam Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular, menahun maupun menurun seperti Hepatitis, TBC, Hipertensi, Ashma, DM dan Jantung.
b.      Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menahun maupun menurun seperti penyakit Hepatitis, TBC, Hipertensi, Ashma, DM, dan Jantung.
c.       Riwayat operasi
Ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi.
d.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki – laki tanggal 15 Mei 2013 jam 06.30 WIB dan merasakan perutnya mules dan nyeri pada jahitan jalan lahirnya.
-          Data Kebiasaan Sehari – hari (Post Partum)
a.       Nutrisi
Variasi makanan           : Selang – Seling
Kwalitas                       : Baik
Porsi                             : 1 Porsi
Makanan Pantang dan keluhan : Tidak ada
b.      Eliminasi
·         BAB             : Belum
Keluhan        : Tidak ada
·         BAK             : Sudah
Keluhan        : Tidak ada
Frekuensi      : 5x/ sehari
Jumlah           : + 250 cc
Warna           : Merah
c.       Istirahat
Tidur                    : 7 - 8 jam / hari
Keluhan               : Tidak ada
d.      Personal Higiene
Mandi                  : Sibin
Keramas               : Belum
Sikat gigi             : Belum
Ganti pakaian      : 1 x/ hari
Keluhan               : Tidak ada
-          Data Psikologi / Spiritual
a.       Psikologi
·         Tanggapan ibu terhadap kelahiran bayinya.
Ibu mengatakan sangat senang dengan kelahiran anak pertamanya.
·         Tanggapan suami / keluarga atas kelahiran bayinya
Suami dan keluarganya mengatakan sangat senang dengan kelahiran bayi tersebut.
·         Dukungan yang diberikan suami / keluarga.
Suami dan keluarga selalu memberikan dukungan moril, materiil dan spiritual kepada ibu.
·         Pengetahuan ibu tentang ASI.
Ibu mengatakan belum paham tentang ASI.
·         Pengetahuan ibu tentang senam nifas.
Ibu mengatakan belum tahu tentang senam nifas.
·         Rencana mengasuh / merawat bayi.
Ibu mengatakan ingin merawat bayinya sendiri.
b.      Sosial
·         Hubungan antar manusia
Ibu mengatakan hubungan dengan masyarakat sangat baik, tidak ada masalah.
·         Kegiatan sosial
Ibu mengatakan sesekali mengikuti kegiatan dilingkungan rumah dan tempat kerja.
·         Rekreasi
Ibu mengatakan sesekali mengadakan rekreasi dengan keluarganya jika ada waktu luang.
c.       Spiritual
·         Kegiatan agama
Ibu mengatakan selalu menjalankan sholat 5 waktu.
d.      Kontrasepsi
·         Kontrasepsi yang pernah digunakan.
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
·         Rencana ber – KB
Ibu mengatakan ada rencana ber – KB. Segera setelah keadaan pulih dan mendapat penjelasan bidan.
Alat digunakan belum tahu.
·         Tanggapan suami
Suami mengatakan mengikuti keputusan ibu.
·         Jumlah anak yang diinginkan
Ibu mengatakan menginginkan 2 anak. 1 putra dan 1 putri.
e.       Budaya
·         Kebiasaan / adat yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, BBL.
Ibu mengatakan tidak ada kegiatan / kebiasaan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL.
2.      Data Objektif
a.       Pemeriksaan Fisik
·         Keadaan umum        : Baik       Kesadaran              : Compos Mentis
·         Keadaan Vital / tanda Vital :
-          TD                   : 120/90 mmHg
-          Nadi                : 80 x / menit
-          Suhu                : 36,80 C
-          Pernafasan       : 23 x / menit
b.      Kepala dan Leher
·         Wajah                       : Tidak oedema
·         Mata                         :
-          Conjungtiva       : Tidak anemis
-          Sclera                 : Tidak ikterik
·         Hidung                     : Tidak Polyp, Perdarahan          : Tidak ada
·         Telinga
-          Simetris              : Simetris
-          OMP / OMA      : Tidak ada pembesaran
·         Gusi                         : Warna merah, Oedema tidak ada
·         Gigi                          : Karang gigi tidak ada / Caries : Tidak ada
·         Bibir                         : Warna merah muda, Bentuk : Simetris
Lesi                          : Tidak ada         Kelembaban    : Normal
Pembengkakan         : Tidak ada
·         Leher                        :
-          Kelanjar Thyroid   : Tidak ada pembengkakan
-          Kelanjar Limfe   : Tidak ada pembengkakan
c.       Payudara
·         Bentuk dan ukuran         : Simetris
·           Keadaan putting            : Menonjol
·           Hiperpigmentasi             : Ada
·           Pengeluaran                   : Ada                       Jenis : Colostrum
·           Benjolan                         : Tidak ada
·           KGB Axila                    : Tidak ada pembesaran
d.      Abdomen
·         Luka bekas operasi         : Tidak ada
·         TFU                                : 3 Jari dibawah pusat
·         Kontraksi                        : Baik
·         Konsistensi                     : Sedang
e.       Tangan dan kaki
·         Oedem                           :                 
                                                     
·         Kuku jari                         : Tidak pucat
·         Varises                            : Tidak ada
·         Reflek patella                  : + / +
f.       Genetika Eksterna Vagina
·         Varises                            : Tidak ada
·         Infeksi                             : Tidak ada
·         Cairan                             : Ada
·         Oedema                          : Tidak ada
Kelenjar bartinolini
·         Oedema                          : Tidak ada
·         Massa                              : Tidak ada
·         Cairan                             : Tidak ada
g.      Pengeluaran Pervaginam
·         Darah                              : Ada
·         Warna Lochea                 : Merah        Jenis : rubra
·         Banyaknya                      : + 50 cc
·         Baunya                            : Khas (anyir)
h.      Perineum dan Anus
·         Luka Episiotomi             : Ada
Jahitan                             : Ada
Jenis                                : Jelujur
Berapa Jahitan                : Luar           : 4 Jahitan
·         Keadaan luka                  : Baik
·         Tanda rahang                  : Tidak ada
·         Anus                               : Tidak hemoroid
i.        Pemeriksaan Laboratorium
Tidak dilakukan
3.      Pengobatan
a.       Obat – obat yang diberikan
·      Laktafit                                            3 x 1
·      Amoxicillin                      500 mg      3 x 1
·      Asam Mefenamat            500 mg      3 x 1
·      Inbion                                                1 x 1
B.     INTERPRETASI DATA                        
15 Mei 2013/ 09.15 WIB
Dx Kebidanan        : Ny. K P1 AO usia 30 tahun dengan nifas normal 2 jam post partum.
Subjektif                 :
1.      Ibu mengatakan telah melahirkan bayi laki - laki tanggal 15 Mei 2013 jam 05.00 WIB.
2.      Ibu mengatakan perutnya terasa mules dan nyeri jahitan pada jalan lahir.
Objektif                  :
1.      KU                    : Baik Kesadaran : Composmentis
2.      Vital sign          : TD : 120/70 mmHg             S : 36,50 C
                          N   : 80x / menit                     R : 22x/ menit
3.      Telah melahirkan bayi laki – laki,  BB : 3400 gr,  PB : 51 cm
4.      ASI                   : Sudah keluar,    Jenis           : colostrum
5.      TFU                  : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi          : Baik
Konsistensi       : Sedang
6.      Jahitan Perinium : Baik., Infeksi : Tidak ada
Masalah          : Perut mules dan nyeri jahitan pada jalan lahirnya.
DS                  : Ibu mengatakan merasakan mules pada perutnya dan nyeri pada jalan lahirnya.
DO                  : TFU                 : 3 jari dibawah pusat
                                      Kontraksi        : Baik
Konsistensi      : Sedang
Terdapat luka jahitan pada jalan lahirnya : Luar : 4 Jahitan
C.    DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
D.    TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
E.     RENCANA TINDAKAN
15    Mei 2013/09.30 WIB
1.      Observasi KU, VS, Kontraksi dan PPV
2.      Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan makan- makanan bergizi
3.      Ajarkan ibu dan keluarga masase abdomen
4.      Jelaskan pada ibu bahwa mules yang dialami adalah hal yang wajar
5.      Beri KIE tentang pentingnya ASI eksklusif
6.      Beri KIE tentang merawat luka jahitan
7.      Lanjut terapi oral
F.     PELAKSANAAN TINDAKAN
15    Mei 2013/09.45 WIB
1.      Mengobservasi KU, VS, Kontraksi dan PPV
2.      Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan  makan – makanan bergizi seperti sayur dan buah
3.      Mengajarkan ibu dan keluarga masase abdomen, yaitu dengan memijat perut bagian bawah searah jarum jam
4.      Menjelaskan pada ibu bahwa mules yang dialami adalah hal yang wajar karena pengembalian uterus kebentuk semula
5.      Memberikan KIE tentang pentingnya ASI eksklusif yaitu pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan.
6.      Memberikan KIE tentang merawat luka jahitan
a.       Lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang
b.      Washlap dibasahi dan buat busa sabun lalu gosokkan perlahan washlap yang sudah ada busa sabun tersebut ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan menjadi tempat kuman berkembang biak.
c.       Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan cermin kecil.
d.      Setelah luka bersih boleh berendam dalam air hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan perendaman dengan air hangat cukup di siram dengan air hangat.
e.       Kenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
f.       Segera mengganti pembalut jika terasa darah penuh, semakin bersih luka jahitan maka akan semakin cepat sembuh dan kering.
g.      Konsumsi makanan bergizi dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu boleh makan semua makanan kecuali  bila ada riwayat alergi.
h.      Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik cair tanpa seizin dokter atau bidan.
7.      Memberi terapi oral
a.       Laktafit                                   : 3 x 1
b.      Amoxcilin                  500 mg  : 3 x 1
c.       Asam Mefenamat      500mg   : 3 x 1
d.      Inbion                                      : 1 x 1
G.    EVALUASI                                                
15 Mei 2013/10.00 WIB
1.        KU         : Baik                                      Kesadaran    : Composmentis
2.        VS          : T        : 120/85 mmHg          Rr                 : 20x / menit
                            : N       : 85x / menit               S                   : 36,20 C
3.      TFU         : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi : Baik
Konsistensi          : Kuat
4.      PPV         : + 55 cc                                  Jenis              : Lochea rubra
5.      Asi           : Sudah                                   Jenis              : Colustrum
6.      Ibu dan keluarga mengatakan mengerti bagaimana cara masase.
7.      Ibu mengatakan sudah faham tentang wajarnya rasa mules yang dialaminya.
8.      Ibu mengatakan sudah mengerti tentang pentingnya ASI ekslusif.
9.      Ibu mengatakan sudah mengerti bagaimana cara merawat luka jahitan.
10.  Ibu mengatakan bersedia meminum obat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar