HUBUNGAN
PEMBERIAN HYPNOBIRTHING DENGAN LAMA PERSALINAN KALA 1 PADA IBU BERSALIN DI BPM
TRI RAHAYU SETYANINGSIH CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
(
ISROFI, 2014 )
ABSTRACT
Background: Childbirth
is open process and depletion of the cervix and into the fetus down the birth
canal. With the rapid advancement of the delivery process, causing pregnant
women feeling increasingly anxious and anxiety are causing more intense pain
and vice versa. Hypnobirthing is a
practice of self-hypnosis which is
then used in the delivery process and consist of several techniques which are
very useful for reducing pain and emotional distress during labor, without the
use of drugs.
Objective: To
determine the relationship giving hypnobirthing with long first stage of labor
on maternal in BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta.
Methods: This
study used a descriptive method to design
analytic cross sectional
penelitian Use. The population in this study wereall mothers delivered in
January 2013 – December 2013. Sampling technique using purposive sampling technique. Collecting data using observation
sheets and patograf. Results were analyzed using Chi Square.
Results: The
result of data analysis showed that the x2 hitung (88,368) > x2 tabel
(3,841) as p-value of 0.000 where 0.000 <0.05.
Conclusion: Based
on the resultsof this study concluded that relationship hypnobirthing with long first stage of labor on maternal Tri Rahayu
Setyaningsih In BPM.
Keywords: delivery, hypnobirthing.
HUBUNGAN
PEMBERIAN HYPNOBIRTHING DENGAN LAMA PERSALINAN KALA 1 PADA IBU BERSALIN DI BPM
TRI RAHAYU SETYANINGSIH CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
(
ISROFI, 2014 )
INTISARI
Latar Belakang:
Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan janin tutun
kedalam jalan lahir. Dengan makin majunya proses persalinan, menyebabkan
perasaan ibu hamil semkin cemas dan rasa tersebut menyebabkan rasa nyeri
semakin intens demikian pula sebaliknya. Hypnobirthing
merupakan praktik self-hypnosis yang
kemudian digunakan dalam proses persalinan dan terdiri dari beberapa teknik
sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama masa
persalinan, tanpa menggunakan obat bius.
Tujuan penelitian:
Untuk mengetahui hubungan hypnobirthing
dengan lama kehamilan kala 1 pada ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih
Cangkringan,Sleman, Yogyakarta.
Metode Penelitian:
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
Analitik dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluurh ibu
primigravidarum yang bersalin bulan januari 2013-desember 2013. Teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan
patograf. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Chi Square.
Hasil Penelitian:
Hasil ujia analisa data menunjukan bahwa hasil x2 hitung (88,368) > x2 tabel
(3,841) dengan p-value ( Assymp,sig )
yaitu 0.000 < 0.05 (p-value < 0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hypnobirthing dengan lama persalinan
kala 1 di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Kata Kunci:
Persalinan, Hypnobirthing
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Persalinan
merupakan sebuah proses alami dan sudah menjadi kodrat bagi seorang wanita
untuk menjalaninya. Dalam fase ini tentu saja seorang calon ibu menginginkan
dapat menjalaninya dengan aman dan nyaman (Setyaningsih, 2011). Semua wanita di
dunia meyakini persalinan itu proses yang menyakitkan. Rasa takut, tegang,
panic selalu menghantui prose salami ini sehingga membuat proses persalinan
semakin sakit (Batbual, 2010).
Persalinan
dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), Lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin (Hidayat dan Sujiatini 2010).
Kala 1 persalinan dimulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan
frekwensi, intensitas, dan durasi yang cukup untuk mneghasilkan pendataran dan
dilatasi servix yang progresif. Kala II persalinan dimulai dilatasi servix
sudah lengkap dan berakhir ketika janin sudah lahir. Kala III dimulai segera
setelah janin lahir dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban
janin(Sarwono,2008).
Beragam
alternative cara melahirkan tanpa rasa sakit yaitu dengan metode ILA
(Intrathecal Labor Analgetik), metode relaksasi, metode-metode doa dan dzikir, waterbirth, serta vakum. Teknik
melahirkan secara alami, relaksasi mendalam, pola pernafasan secara lambat dan
petunjuk cara melepaskan indofin dari dalam tubuh memungkinkan calon ibu untuk
menikmati proses kelahiran yang aman,lembut,cepat,dan tanpa proses pembedahan.
(Comaria,2012).
Hypnobirthing merupakan
praktik self-hypnosis yang kemudian
digunakan dalam proses persalinan dan terdiri dari beberapa teknik yang sangat
bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama persalinan
tanpa menggunakan obat bius (Andriana, 2007). Saat ibu yang melahirkan terbebas
dari rasa takut, otot-otot dirahim akan mengalami relaksasi yang akan
membuahkan proses kelahiran yang lebih mudah dan bebas stress (Pro V Klinik,
2010).
Hypnobirthing banyak
memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap
tenang dan menstabilkan emosi. Ide dasar Hypnobirthing
ini sebenarnya adalah relaksasi. Melalui relaksasi Ibu akan belajar
berkonsentrasi agar hanya memikirkan positif serta proses persalinan yang
berjalan lancar tanpa rasa sakit, serta rasa ibu menyambut kedatangan buah hati
(Indivara, 2009).
Dalam
penelitian Shawn Gallagher tahun 2001, Fase aktif pada wanita Hypnobirthing prenatal
class fase aktifnya 4,5 jam. Kala II Wanita yang mengikuti hypnobirthing prenatal class, lama kala
II adalah 1 jam (Aprillia,2010).
Penelitian
Neti (2009) Mengatakan hasil ada perbedaan skala nyeri pada persalinan normal
pervaginam kala I fase aktif yang dilakukan Hypnobirthing
pada nullipara.
Berdasarkan
Hasil study pendahuluan yang telah dilakukan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih
terdapat 186 persalinan Normal, dan ada 130 pasien yang dirujuk dengan alasan
kala I dan kala II lama, ketuban pecah dini, eklamsi, ekstremitas janin, & abortus. Meskipun teori tentang Hypnobirthing
dapat mempercepat persalinan kala I
sudah ada tapi masih ada terbatasnya pembuktian ilmiah tentang teori tersebut,
sehingga penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “ Hubungan
pemberian Hypnobirthing dengan lama
persalinan kala I pada ibu persalinan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkriman
sleman Yogyakarta “.
METODE
PENELITIAN
A.
DESAIN
PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan penelitian deskriptik
analitik. Penelitian yang mencoba
menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, dia melakukan
analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara factor resiko dengan
factor efek (Sugiono,2010).
Desain
penelitian cross-sectional yaitu
suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara factor-faktor
resiko efek dengan cara mendekatkan pendekatan observasi atau pengumpulan data
sekaligus pada satu saat (point time
approach). Pendekatan penelitian retrospective
yaitu penelitian yang berusaha melihat kebelakang. Artinya pengumpulan data
dimulai dari efek atau akibat yang terjadi (Notoatmojo, 2010).
B. TEMPAT DAN WAKTU
1.
Tempat:
Penelitian
dilaksanakan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkriman Sleman.
2.
Waktu:
Penelitian
dilakukan pada bulan Desember 2013 – Juli 2014.
C. VARIABEL PENELITIAN
1.
Variabel Bebas ( Independent )
Merupakan
Variabel yang mempengaruhi sebab perubahannya atau timbulnya variable
dependent. Variabel bebasnya adalah pemberian hypnobirthing (Sugiyono, 2010).
2.
Variabel Terikat ( Dependent )
Merupakan
variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah lama persalinan kala I (
Sugiyono,2010 ).
3. Populasi Dan Sampel
Menurut
(Sugiyono, 2010) :
a.
Populasi
Seluruh
ibu yang bersalin bulan Januari 2013-Desember 2013 di BPM Tri Rahayu
Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta. Di tahun 2013 sebanyak 186 orang
dengan jumlah ibu bersalin primigravidarum dengan hypnobirthing sebanyak 47 orang.
b.
Sample
Sampel
yang digunakan harus menggunakan syarat inklusi dan eksklusi sbb:
1)
Kriteria inkulsi :
a) Ibu
bersalin Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan
Sleman Yogyakarta.
b) Ibu
bersalin Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan
Sleman Yogyakarta dengan kala I fase laten.
c) Ibu
yang berslin menggunakan Hypnobirthing.
2) Kriteria
Eksklusi:
a) Ibu
bersalin Multigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan
Sleman Yogyakarta.
b) Ibu
bersalin Multigravida atau Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu
Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta dengan kala I fase aktif.
c) Ibu
yang bersalin menggunakan tanpa menggunakan Hypnobirthing.
D. Teknik Sampling
Merupakan
teknik pengambilan sampel untuk menentukan ukuran sampel dalam penelitian.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Nonprobability
sampling. Pada penelitian ini
menggunakan teknik Purposive sampling
yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
E. DEFINISI OPERASIONAL
No
|
Variabel
|
Definisi
|
Alat Ukur
|
Hasil Ukur
|
Skala
Ukur
|
1.
|
Pemberian
Hypnobirthing
|
Merupakan
hypnosis atau sugesti dalam mempersiapkan persalinan dengan lancar, alami,
normal dengan dilakukannya menggunakan metode music klasik.
|
Kuesioner
(Cheklist)
|
1.Dilakukan Hypnobirthing
2.tidak Dilakukan Hypnobirthing
|
Nominal
|
2.
|
Lama
persalinan kala I
|
Kala
I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan servixs,
hingga mencapai pembukaan lengkap(Fase laten pembukaan 0-3cm, dan fase aktif pembukaan
4-10cm).
|
Lembar
Observasi dan partograf
|
Untuk
primigravida
1. Sesuai
(<12jam)
2. Tidak
sesuai (>12jam)
|
Ordinal
|
F. PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS DATA
1.
Pengumpulan data
Data
yang digunakan adalah data sekunder dari catatan lembar observasi dan partograf.
Instrument yang digunakan dalam penelitian saat ini adalah hasil pengisian
lembar observasi dan partograf.
2.
Analisis data
a.
Metode pengumpulan data
1) Editing
Memeriksa
data,kelengkapan, kebenaran pengisian data,keseragaman ukuran, keterbacasan
tulisan dan konsistensi data berdasarkan tujuan penelitian
(Sulistyaningsih,2011)
2) Skoring
Proses
memberikan nilai ambang batas atau kriteria dari setiap variabel penelitian
(Sulistyaningsih,2011)
3) Coding
Untuk
disederhanakan agar pada saat pengolahan dapat dilakukan dengan mudah.
4)
Transfering
Menyusun
dan mengorganisir data sedemikian rupa, mudah untuk melakukan penjumlahan,
disusun dan disajikan dalam grafik/table ((imron dan munif,2010)
5)
Tabulating
Memasukan
data ke dalam table berdasarkan tujuan penelitian.
6)
Uji statistic yang digunakan
Notoatmojo
(2010), berpendapat bahwa analisis data suatu penelitian meliputi prosedur
bertahap antara lain:
(a)
Analisis Univariae
Untuk
menjelaskan karakteristik penelitian, presntase karakteristik ibu ( umur,
pendidikan, pekerjaan, paritas ).
(b)
Analisis bivariate
Menggunakan
rumus Chi Square dengan bantuan
program SPSS 20.0 for windows.
G. ETIKA PENELITIAN
1.
Informed
Consent ( Lembar Persetujuan )
Dilakukan
dengan memberikan lembar persetujuan penelitian kepada responden untuk ditanda
tangani sebelum partisipasi dalam kegiatan penelitian.
2.
Anonimily
( Tanpa Nama )
Hanya
mencantumkan kode responden tanpa menuiskan nama responden dalam penelitian.
3.
Confidentiality
Tidak
akan menginformasikan data dan hasil penelitian berdasarkan data individual,
namun dilaporkan berdasarkan kelompok pada hasil riset.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
HASIL
PENELITIAN
1. Gambaran
Umum lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di BPM Tri
Rahayu Setyaningsih di desa Argomulyo, Cangkringan, kabupaten Sleman Yogyakarta
dengan responden sebanyak 100 responden. Secara Umum pelayanan kesehatan yang
diberikan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih meliputi ANC, partus normal, KB,
Imunisasi, pelayanan balita, dan USG. Tenaga Kesehatan terdiri dari 3 bidan.
Fasilitas untuk mendukung pelayanan rawat inap khususnya persalinan sudah cukup
memadai.
Di BPM Tri Rahayu Setyaningsih juga
menerapkan adanya pelayanan Hypnobirthing
untuk membuat ibu hamil dan bersalin menjadi rileks dan tenang menghadapi masa
persalinannya. Kegiatan hypnobirthing
dilakukan dengan terapi music klasik pada ruangan yang gelap.
a.
Karakteristik Responden
Disimpulkan
bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian besar berusia 20 - 35
tahun sebanyak 79 responden atau 79% dan sebgian kecil berusia < 20 tahun
sebanyak 21 responden atau 21%.
1)
Hasil analisis data
a)
Frekwensi berdasarkan tingkat pemberian hypnobirthing
Sebagian
besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih tidak dilakukan hypnobirthing sebesar 53% dari total
responden.
b)
Frekwensi berdasarkan lamanya persalinan
Sebagian
besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih melahirkan < 12 jam
sebesar 48% dari total responden yang melahirkan dengan waktu > 12 jam
sebesar 52% dari total responden.
c)
Hubungan pemberian Hypnobirthing dengan lama persalinan kala-I
d)
Hasil uji analisa data menunjukan bahwa
hasil x2 hitung (88,368) > x2 tabel (3,841) dengan p-value ( Assymp,sig ) yaitu 0.000 < 0.05 (p-value
< 0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak.
1.
Pembahasan
a. Hypnobirthing
Metode alami persalinan
menghilangkan rasa sakit, takut, panic, tegang dan tekanan lain dalam
menghadapi proses persalinan. Hypnobirthing
lebih mengacu pada hipnoterapi, yaitu latihan penanaman sugesti pada alam bawah
sadar yang mengendalikan tindakan dalam menjalani proses persalinan. Teknik ini
dilakukan dengan kesadaran penuh dan sehingga dapat menikmati proses kelahiran
si jabang bayi (Andriana,2007).
Karakteristik pemberian hypnobirthing sebanyak 47% dari total
responden. Maka dapat disimpulkan bahwa
wanita hamil yang melakukan hypnobirthing selalu mendapatkan sugesti-sugesti
positif sehingga kondisi otaknya berada dalam gelombang alfa (rileks), kemudian tubuh akan menghasilkan hormone endofrin
yang menggantikan hormone stress. Demikian tingkat stress yang dialami menjadi
rendah, rasa nyeri yang dirasakan menjadi berkurang dan persalinan menjadi
lancar.
Hal ini sejalan dengan penelitian
maesa (2010) yang menunjukan bahwa metode hypnobirthing
mempunyai andil yang cukup besar dalam penurunan tingkta kecemasan pada para
ibu bersalin.
1)
Lama Persalinan kala I
Dimulai
sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks, hingga mencapai pembukaan
lengkap (10cm), yang terbagi menjadi 2 fase ( fase laten dan fase aktif ). Fase
laten dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan
secara bertahap sampai pembukaan 3cm, berlangsung dalam 7-8 jam dan fase aktif
( pembukaan servixs 4-10 cm ), berlangsung selama 6 jam ( Rohani,et al,2011 ).
Sebagian
besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih bersalin > 12 jam sebanyak
52% dari total responden. Hal ini deipengaruhi banyak factor diantara lain
kecemasan dan kurangnya rasa nyaman klien ( nyeri ). Keterlambatan kala I yang
paling dominan disebabkan oleh factor
psyche, meskipun ada factor power,
passanger, passage, dan provider
yang telah di identifikasi sebagai suatu stressor
(Nursalam,2013).
a)
Hubungan pemberian Hypnobirthing dengan lama persalinan kala I
Dari
hasil analisis hubungan responden bersalin dengan hypnobirthing dan lama persalinan kala I < 12 jam sebanyak
97,9%.
Dalam
penelitian ini tidak semua responden diberi asuhan hypnobirthing. Lama persalinan kala I dipengaruhi oleh beberapa hal
salah satunya psikologi ibu. Stress pada ibu bersalin terjadi akibat
meningkatnya konsumsi glukosa tubuh yang menyebabkan kelelahan dan sekresei
katekolamin yang menghambat kontraksi uterus.
Dengan
demikian hypnobirthing mampu memicu
hormone endorphin sehingga cara ini efektif untuk menghilangkan rasa sakit dan
seluruh rasa tidak aman. Pada saat hypnobirthing
otak berada pada posisi alfa dan theta. Gelombang otak ini dominan terlihat
ketika dalam kondisi santai, rileks, menghayal, termenung atau ketika dalam
kondisi lainnya dimana pikiran kita focus hanya tertuju pada satu tujuan saja.
Gelombang otak alfa merupakan gerbang menuju pikiran bawah sadar, sehingga otak
bekerja lebih optimal. Pada gelombang alfa
otak dan hypofisis memproduksi
hormone serotonin dan endorphin yang berefek menciptakan rasa
aman,nyaman,santai,rileks dan bahagia serta mengalami anamnesia alami.
Hal
yang lebih penting adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandung (Aprilia
dan Ritchmond, 2010). Menurut Martin dalam Yesse Aprilia dan Brenda Lynn
Ritchmond menyatakan bahwa dengan metode relaksasi hypnobirthing mempercepat kala I persalinan, mengurangi resiko
terjadinya komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan pada postpartum.
KESIMPULAN
1. Karakteristik
responden berdasarkan umur sebagian besar berusia 20 – 35 tahun sebanyak 79%.
2. Tingkat
pemberian hypnobirthing ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih sebesar
47%.
3. Lama
persalinan kala I pada ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih sebagian
besar lebih dari 12 jam sebesar 52%.
4. Ada
hubungan antara Hypnobirthing dengan lama persalinan kala I di BPM Tri Rahayu
Setyaningsih.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani. 2012. Hubungan hypnobirthing dengan kesiapan ibu hamil trimester III menghadapi
persalinan di BPM Tri Rahayu Setayaningsih, S.ST Cangkriman Sleman Yogyakarta. KTI.
Yogyakarta.
Andriania, Evariny. 2010. Melahirkan tanpa rasa sakit. Jakarta: PT
Buana Ilmu Populer.
Aprillia Y.2010. Hipnosetri. Rileks Nyaman dan Aman saat Hamil dan Melahirkan. Jakarta:
Gagas Media.
Batbual. Bringiwatty. 2010. Hypnosis Hypnobirthing Nyeri Persalinan dan
berbagi Metode Penggunaannya. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Chandyy M.D. 2011. Petunjuk-petunjuk Mudah Melahirkan Tanpa Rasa Sakit. Yogyakarta:
Buku Biru.
Chomaria,Nurul.2012.
Melahirkan tanpa rasa sakit. Jakarta:
Kompas Gramedia.
Dinas Kesehatan Bantul.2012.Profile Kesehatan Kabupaten Bantul tahun
2012. Bantul: Dinkes.
Hidayat
dan Sujiyatini. 2010. Asuhan Keperawatan
Maternitas. Yogyakarta: Gramedia.
Imron
dan Munif. 2010. Metodologi Penelitian
Bidang Kesehatan. Jakarta Sagung Seto.
Kuswandi,
Lanny. 2012. Keajaiban hypnobirthing.
Jakarta: Pustaka Bunda.
Maesa. 2010. Hubungan hypnobirthing dengan proses persalinan di RB Puri Adisty 1 Kota Gede Yogyakarta.KTI.Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar