Kehamilan

Jumat, 15 April 2016

karya tulis ilmiah



HUBUNGAN PEMBERIAN HYPNOBIRTHING DENGAN LAMA PERSALINAN KALA 1 PADA IBU BERSALIN DI BPM TRI RAHAYU SETYANINGSIH CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
( ISROFI, 2014 )

ABSTRACT
Background: Childbirth is open process and depletion of the cervix and into the fetus down the birth canal. With the rapid advancement of the delivery process, causing pregnant women feeling increasingly anxious and anxiety are causing more intense pain and vice versa. Hypnobirthing is a practice of self-hypnosis which is then used in the delivery process and consist of several techniques which are very useful for reducing pain and emotional distress during labor, without the use of drugs.
Objective: To determine the relationship giving hypnobirthing with long first stage of labor on maternal in BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta.
Methods: This study used a descriptive method to design analytic cross sectional penelitian Use. The population in this study wereall mothers delivered in January 2013 – December 2013. Sampling technique using purposive sampling technique. Collecting data using observation sheets and patograf. Results were analyzed using Chi Square.
Results: The result of data analysis showed that the x2 hitung (88,368) > x2 tabel (3,841) as p-value of 0.000 where 0.000 <0.05.
Conclusion: Based on the resultsof this study concluded that relationship hypnobirthing with long first stage of labor on maternal Tri Rahayu Setyaningsih In BPM.
Keywords: delivery, hypnobirthing.

HUBUNGAN PEMBERIAN HYPNOBIRTHING DENGAN LAMA PERSALINAN KALA 1 PADA IBU BERSALIN DI BPM TRI RAHAYU SETYANINGSIH CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
( ISROFI, 2014 )

INTISARI
Latar Belakang: Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan janin tutun kedalam jalan lahir. Dengan makin majunya proses persalinan, menyebabkan perasaan ibu hamil semkin cemas dan rasa tersebut menyebabkan rasa nyeri semakin intens demikian pula sebaliknya. Hypnobirthing merupakan praktik self-hypnosis yang kemudian digunakan dalam proses persalinan dan terdiri dari beberapa teknik sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama masa persalinan, tanpa menggunakan obat bius.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan hypnobirthing dengan lama kehamilan kala 1 pada ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan,Sleman, Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Analitik dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluurh ibu primigravidarum yang bersalin bulan januari 2013-desember 2013. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan patograf. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Chi Square.
Hasil Penelitian: Hasil ujia analisa data menunjukan bahwa hasil x2 hitung (88,368) > x2 tabel (3,841) dengan p-value (  Assymp,sig ) yaitu 0.000 < 0.05 (p-value < 0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hypnobirthing dengan lama persalinan kala 1 di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Kata Kunci: Persalinan, Hypnobirthing

















PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang

Persalinan merupakan sebuah proses alami dan sudah menjadi kodrat bagi seorang wanita untuk menjalaninya. Dalam fase ini tentu saja seorang calon ibu menginginkan dapat menjalaninya dengan aman dan nyaman (Setyaningsih, 2011). Semua wanita di dunia meyakini persalinan itu proses yang menyakitkan. Rasa takut, tegang, panic selalu menghantui prose salami ini sehingga membuat proses persalinan semakin sakit (Batbual, 2010).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), Lahir spontan dengan presentasi belakang kepala, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin (Hidayat dan Sujiatini 2010). Kala 1 persalinan dimulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan frekwensi, intensitas, dan durasi yang cukup untuk mneghasilkan pendataran dan dilatasi servix yang progresif. Kala II persalinan dimulai dilatasi servix sudah lengkap dan berakhir ketika janin sudah lahir. Kala III dimulai segera setelah janin lahir dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban janin(Sarwono,2008).
Beragam alternative cara melahirkan tanpa rasa sakit yaitu dengan metode ILA (Intrathecal Labor Analgetik), metode relaksasi, metode-metode doa dan dzikir, waterbirth, serta vakum. Teknik melahirkan secara alami, relaksasi mendalam, pola pernafasan secara lambat dan petunjuk cara melepaskan indofin dari dalam tubuh memungkinkan calon ibu untuk menikmati proses kelahiran yang aman,lembut,cepat,dan tanpa proses pembedahan. (Comaria,2012).
Hypnobirthing merupakan praktik self-hypnosis yang kemudian digunakan dalam proses persalinan dan terdiri dari beberapa teknik yang sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama persalinan tanpa menggunakan obat bius (Andriana, 2007). Saat ibu yang melahirkan terbebas dari rasa takut, otot-otot dirahim akan mengalami relaksasi yang akan membuahkan proses kelahiran yang lebih mudah dan bebas stress (Pro V Klinik, 2010).
Hypnobirthing banyak memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap tenang dan menstabilkan emosi. Ide dasar Hypnobirthing ini sebenarnya adalah relaksasi. Melalui relaksasi Ibu akan belajar berkonsentrasi agar hanya memikirkan positif serta proses persalinan yang berjalan lancar tanpa rasa sakit, serta rasa ibu menyambut kedatangan buah hati (Indivara, 2009).
Dalam penelitian Shawn Gallagher tahun 2001, Fase aktif pada wanita Hypnobirthing  prenatal class fase aktifnya 4,5 jam. Kala II Wanita yang mengikuti hypnobirthing prenatal class, lama kala II adalah 1 jam (Aprillia,2010).
Penelitian Neti (2009) Mengatakan hasil ada perbedaan skala nyeri pada persalinan normal pervaginam kala I fase aktif yang dilakukan Hypnobirthing  pada nullipara.
Berdasarkan Hasil study pendahuluan yang telah dilakukan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih terdapat 186 persalinan Normal, dan ada 130 pasien yang dirujuk dengan alasan kala I dan kala II lama, ketuban pecah dini, eklamsi, ekstremitas janin, & abortus. Meskipun teori tentang Hypnobirthing  dapat mempercepat persalinan kala I sudah ada tapi masih ada terbatasnya pembuktian ilmiah tentang teori tersebut, sehingga penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “ Hubungan pemberian Hypnobirthing dengan lama persalinan kala I pada ibu persalinan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkriman sleman Yogyakarta “.




METODE PENELITIAN

A.         DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptik analitik. Penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, dia melakukan analisis dinamika korelasi antara fenomena atau antara factor resiko dengan factor efek (Sugiono,2010).
Desain penelitian cross-sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara factor-faktor resiko efek dengan cara mendekatkan pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat (point time approach). Pendekatan penelitian retrospective yaitu penelitian yang berusaha melihat kebelakang. Artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang terjadi (Notoatmojo, 2010).

B.    TEMPAT DAN WAKTU
1.                  Tempat:
Penelitian dilaksanakan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkriman Sleman.
2.                  Waktu:
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2013 – Juli 2014.

C.    VARIABEL PENELITIAN
1.      Variabel Bebas ( Independent )
Merupakan Variabel yang mempengaruhi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependent. Variabel bebasnya adalah pemberian hypnobirthing (Sugiyono, 2010).




2.      Variabel Terikat ( Dependent )
Merupakan variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah lama persalinan kala I ( Sugiyono,2010 ).

3.      Populasi Dan Sampel
Menurut (Sugiyono, 2010) :
a.       Populasi
Seluruh ibu yang bersalin bulan Januari 2013-Desember 2013 di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta. Di tahun 2013 sebanyak 186 orang dengan jumlah ibu bersalin primigravidarum dengan hypnobirthing sebanyak 47 orang.
b.      Sample
Sampel yang digunakan harus menggunakan syarat inklusi dan eksklusi sbb:
1)   Kriteria inkulsi :
a)    Ibu bersalin Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta.
b)   Ibu bersalin Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta dengan kala I fase laten.
c)    Ibu yang berslin menggunakan Hypnobirthing.
2)   Kriteria Eksklusi:
a)  Ibu bersalin Multigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta.
b) Ibu bersalin Multigravida atau Primigravida yang datang di BPM Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta dengan kala I fase aktif.
c)  Ibu yang bersalin menggunakan tanpa menggunakan Hypnobirthing.

D.  Teknik Sampling
Merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan ukuran sampel dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan metode Nonprobability sampling. Pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

E.     DEFINISI OPERASIONAL

No
Variabel
Definisi
Alat Ukur
Hasil Ukur
Skala Ukur
1.
Pemberian Hypnobirthing
Merupakan hypnosis atau sugesti dalam mempersiapkan persalinan dengan lancar, alami, normal dengan dilakukannya menggunakan metode music klasik.
Kuesioner
(Cheklist)
1.Dilakukan Hypnobirthing
2.tidak Dilakukan Hypnobirthing
Nominal
2.
Lama persalinan kala I
Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan servixs, hingga mencapai pembukaan lengkap(Fase laten pembukaan 0-3cm, dan fase aktif pembukaan 4-10cm).
Lembar Observasi dan partograf
Untuk primigravida
1.      Sesuai (<12jam)

2.      Tidak sesuai (>12jam)

Ordinal

F.     PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS DATA
1.                  Pengumpulan data
Data yang digunakan adalah data sekunder dari catatan lembar observasi dan partograf. Instrument yang digunakan dalam penelitian saat ini adalah hasil pengisian lembar observasi dan partograf.
2.                  Analisis data
a.       Metode pengumpulan data
1)      Editing
Memeriksa data,kelengkapan, kebenaran pengisian data,keseragaman ukuran, keterbacasan tulisan dan konsistensi data berdasarkan tujuan penelitian (Sulistyaningsih,2011)
2)      Skoring
Proses memberikan nilai ambang batas atau kriteria dari setiap variabel penelitian (Sulistyaningsih,2011)
3)      Coding
Untuk disederhanakan agar pada saat pengolahan dapat dilakukan dengan mudah.



4)      Transfering
Menyusun dan mengorganisir data sedemikian rupa, mudah untuk melakukan penjumlahan, disusun dan disajikan dalam grafik/table ((imron dan munif,2010)
5)      Tabulating
Memasukan data ke dalam table berdasarkan tujuan penelitian.
6)      Uji statistic yang digunakan
Notoatmojo (2010), berpendapat bahwa analisis data suatu penelitian meliputi prosedur bertahap antara lain:
(a)   Analisis Univariae
Untuk menjelaskan karakteristik penelitian, presntase karakteristik ibu ( umur, pendidikan, pekerjaan, paritas ).
(b)  Analisis bivariate
Menggunakan rumus Chi Square dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. 

G.   ETIKA PENELITIAN
1.      Informed Consent ( Lembar Persetujuan )
Dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan penelitian kepada responden untuk ditanda tangani sebelum partisipasi dalam kegiatan penelitian.
2.      Anonimily ( Tanpa Nama )
Hanya mencantumkan kode responden tanpa menuiskan nama responden dalam penelitian.



3.      Confidentiality
Tidak akan menginformasikan data dan hasil penelitian berdasarkan data individual, namun dilaporkan berdasarkan kelompok pada hasil riset.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    HASIL PENELITIAN
1.      Gambaran Umum lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih di desa Argomulyo, Cangkringan, kabupaten Sleman Yogyakarta dengan responden sebanyak 100 responden. Secara Umum pelayanan kesehatan yang diberikan di BPM Tri Rahayu Setyaningsih meliputi ANC, partus normal, KB, Imunisasi, pelayanan balita, dan USG. Tenaga Kesehatan terdiri dari 3 bidan. Fasilitas untuk mendukung pelayanan rawat inap khususnya persalinan sudah cukup memadai.
Di BPM Tri Rahayu Setyaningsih juga menerapkan adanya pelayanan Hypnobirthing untuk membuat ibu hamil dan bersalin menjadi rileks dan tenang menghadapi masa persalinannya. Kegiatan hypnobirthing dilakukan dengan terapi music klasik pada ruangan yang gelap.
a.       Karakteristik Responden
Disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini adalah sebagian besar berusia 20 - 35 tahun sebanyak 79 responden atau 79% dan sebgian kecil berusia < 20 tahun sebanyak 21 responden atau 21%.
1)      Hasil analisis data
a)      Frekwensi berdasarkan tingkat pemberian hypnobirthing
Sebagian besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih tidak dilakukan hypnobirthing sebesar 53% dari total responden.

b)      Frekwensi berdasarkan lamanya persalinan
Sebagian besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih melahirkan < 12 jam sebesar 48% dari total responden yang melahirkan dengan waktu > 12 jam sebesar 52% dari total responden.
c)      Hubungan pemberian Hypnobirthing dengan lama persalinan kala-I
d)     Hasil uji analisa data menunjukan bahwa hasil x2 hitung (88,368) > x2 tabel (3,841) dengan p-value (  Assymp,sig ) yaitu 0.000 < 0.05 (p-value < 0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak.

1.      Pembahasan
a.       Hypnobirthing
Metode alami persalinan menghilangkan rasa sakit, takut, panic, tegang dan tekanan lain dalam menghadapi proses persalinan. Hypnobirthing lebih mengacu pada hipnoterapi, yaitu latihan penanaman sugesti pada alam bawah sadar yang mengendalikan tindakan dalam menjalani proses persalinan. Teknik ini dilakukan dengan kesadaran penuh dan sehingga dapat menikmati proses kelahiran si jabang bayi (Andriana,2007).
Karakteristik pemberian hypnobirthing sebanyak 47% dari total responden.  Maka dapat disimpulkan bahwa wanita hamil yang melakukan hypnobirthing selalu mendapatkan sugesti-sugesti positif sehingga kondisi otaknya berada dalam gelombang alfa (rileks), kemudian tubuh akan menghasilkan hormone endofrin yang menggantikan hormone stress. Demikian tingkat stress yang dialami menjadi rendah, rasa nyeri yang dirasakan menjadi berkurang dan persalinan menjadi lancar.
Hal ini sejalan dengan penelitian maesa (2010) yang menunjukan bahwa metode hypnobirthing mempunyai andil yang cukup besar dalam penurunan tingkta kecemasan pada para ibu bersalin.
1)      Lama Persalinan kala I
Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks, hingga mencapai pembukaan lengkap (10cm), yang terbagi menjadi 2 fase ( fase laten dan fase aktif ). Fase laten dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan secara bertahap sampai pembukaan 3cm, berlangsung dalam 7-8 jam dan fase aktif ( pembukaan servixs 4-10 cm ), berlangsung selama 6 jam ( Rohani,et al,2011 ).
Sebagian besar ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih bersalin > 12 jam sebanyak 52% dari total responden. Hal ini deipengaruhi banyak factor diantara lain kecemasan dan kurangnya rasa nyaman klien ( nyeri ). Keterlambatan kala I yang paling dominan disebabkan oleh factor psyche, meskipun ada factor power, passanger, passage, dan provider yang telah di identifikasi sebagai suatu stressor (Nursalam,2013).
a)      Hubungan pemberian Hypnobirthing dengan lama persalinan kala I
Dari hasil analisis hubungan responden bersalin dengan hypnobirthing dan lama persalinan kala I < 12 jam sebanyak 97,9%.
Dalam penelitian ini tidak semua responden diberi asuhan hypnobirthing. Lama persalinan kala I dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya psikologi ibu. Stress pada ibu bersalin terjadi akibat meningkatnya konsumsi glukosa tubuh yang menyebabkan kelelahan dan sekresei katekolamin yang menghambat kontraksi uterus.
Dengan demikian hypnobirthing mampu memicu hormone endorphin sehingga cara ini efektif untuk menghilangkan rasa sakit dan seluruh rasa tidak aman. Pada saat hypnobirthing otak berada pada posisi alfa dan theta. Gelombang otak ini dominan terlihat ketika dalam kondisi santai, rileks, menghayal, termenung atau ketika dalam kondisi lainnya dimana pikiran kita focus hanya tertuju pada satu tujuan saja. Gelombang otak alfa merupakan gerbang menuju pikiran bawah sadar, sehingga otak bekerja lebih optimal. Pada gelombang alfa otak dan hypofisis memproduksi hormone serotonin dan endorphin yang berefek menciptakan rasa aman,nyaman,santai,rileks dan bahagia serta mengalami anamnesia alami.
Hal yang lebih penting adalah untuk kesehatan jiwa dari bayi yang dikandung (Aprilia dan Ritchmond, 2010). Menurut Martin dalam Yesse Aprilia dan Brenda Lynn Ritchmond menyatakan bahwa dengan metode relaksasi hypnobirthing mempercepat kala I persalinan, mengurangi resiko terjadinya komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan pada postpartum.













KESIMPULAN

1.      Karakteristik responden berdasarkan umur sebagian besar berusia 20 – 35 tahun sebanyak 79%.
2.      Tingkat pemberian hypnobirthing ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih sebesar 47%.
3.      Lama persalinan kala I pada ibu bersalin di BPM Tri Rahayu Setyaningsih sebagian besar lebih dari 12 jam sebesar 52%.
4.      Ada hubungan antara Hypnobirthing dengan lama persalinan kala I di BPM Tri Rahayu Setyaningsih.












DAFTAR PUSTAKA

Andayani. 2012. Hubungan hypnobirthing dengan kesiapan ibu hamil trimester III menghadapi persalinan di BPM Tri Rahayu Setayaningsih, S.ST Cangkriman Sleman Yogyakarta. KTI. Yogyakarta.
Andriania, Evariny. 2010. Melahirkan tanpa rasa sakit. Jakarta: PT Buana Ilmu Populer.
Aprillia Y.2010. Hipnosetri. Rileks Nyaman dan Aman saat Hamil dan Melahirkan. Jakarta: Gagas Media.
Batbual. Bringiwatty. 2010. Hypnosis Hypnobirthing Nyeri Persalinan dan berbagi Metode Penggunaannya. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Chandyy M.D. 2011. Petunjuk-petunjuk Mudah Melahirkan Tanpa Rasa Sakit. Yogyakarta: Buku Biru.
Chomaria,Nurul.2012. Melahirkan tanpa rasa sakit. Jakarta: Kompas Gramedia.
Dinas Kesehatan Bantul.2012.Profile Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2012. Bantul: Dinkes.
Hidayat dan Sujiyatini. 2010. Asuhan Keperawatan Maternitas. Yogyakarta: Gramedia.
Imron dan Munif. 2010. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan. Jakarta Sagung Seto.
Kuswandi, Lanny. 2012. Keajaiban hypnobirthing. Jakarta: Pustaka Bunda.
Maesa. 2010. Hubungan hypnobirthing dengan proses persalinan di RB Puri Adisty 1 Kota Gede Yogyakarta.KTI.Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar